Rabu, 06 Februari 2019

Apa Itu Wahabiah dan Tuduhan kepada Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

Pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada saya dari salah seorang syaikh
dari luar Saudi, maka saya jawab: 

Dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, 
Yang terhormat saudara semoga Allah memberikan ilmu yang bermanfaat dan mengamalkannya amin. Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah tercurah kepada kalian. 

Amma ba'du: tulisan Anda tertanggal 2/3/1394 telah sampai kepada saya, semoga Allah memberikan petunjuk dan hidayah, yang isinya ada tiga pertanyaan tentang Wahabiah sebagaimana yang saya pahami, dan inilah jawabannya :


Pertanyaan 1 : Pertanyaan Anda apa itu Wahabiah, apakah mazhab kelima atau mengikuti sebagian mazhab yang empat?

Jawabannya: Kata ini banyak diperbincangkan oleh banyak orang terhadap dakwah Syekh Imam Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman at-Tamimi al-Hanbali rahimahullah. Mereka menyebut beliau dan pengikutnya dengan sebutan orang-orang Wahabi. Orang yang memiliki pandangan baik mengetahui bahwa gerakan Syekh Muhammad bin Abdul Wahabrahimahullah, dan dakwahnya adalah menyebarkan dakwah pemurnian tauhid dan melarang syirik dan hal lainnya seperti menggantungkan harapan kepada orang yang telah meninggal, pohon-pohon, bebatuan dan yang semisalnya. Beliau -- semoga Allah merahmatinya -- dalam masalah akidah mengikuti mazhab salaf salih, dan dalam masalah fiqih mengikuti mazhab Imam Ahmad bin Hanbal asy-Syaibani -- semoga Allah merahmatinya --, sebagaimana ditunjukkan oleh buku-buku dan fatwa-fatwa serta buku yang ditulis oleh anak-anak, cucunya dan lainnya yang menjadi pengikutnya. Buku-buku tersebut telah dicetak dan tersebar di tengah-tengah masyarakat. 


Yang dilakukan Imam Muhammad rahimahullah pada saat agama Islam sangat begitu terasing, kondisi yang melanda Jazirah Arab dan daerah lainnya adalah menghilangkan kebodohan. Ketika itu kemusyrikan terjadi di mana-mana yang berupa penyembahan terhadap berhala dan lainnya. Beliau pun menyingsingkan lengan baju, berjuang sekuat tenaga menutup jalan kesesatan dengan menggunakan berbagai cara guna menyebarkan tauhid yang murni dari khurafat di tengah-tengah masyarakat. Adalah sebuah karunia Allah Subhanahu ketika Dia memberikan taufik kepada Imam Muhammad bin Saudpenguasa ad-Dir'iyah pada waktu itu untuk menerima dakwah ini dan bersamanya berdakwah dalam jalan ini serta diikuti putra-putranya dan orang-orang yang mengikuti kebaikan ini -- semoga Allah membalas kebaikan dan mengampuni dosa mereka, dan memberikan taufik kepada keturunannya semua yang senantiasa mengharap rida dan kebaikan hamba-Nya. Sampai saat ini Jazirah Arab masih hidup di bawah naungan dakwah yang baik ini. Dakwah beliau rahimahullah sesuai dengan kitab Allah dan Sunnah Rasulullah `alaihi ash-shalatu wa as-salam. 

Wahabiyah bukanlah mazhab yang kelima sebagaimana anggapan orang-orang bodoh dan penjilat, tetapi ia adalah seruan untuk kembali kepada akidah salafiyah dan pembaharuan dalam mempelajari ilmu keislaman dan tauhid di Jazirah Arab seperti dijelaskan terdahulu.

Pertanyaan 2 : Apakah orang-orang Wahabiah mengingkari syafaat Rasulullah `alaihi ash-shalatu wa as-salam?

Jawaban 2: Setiap orang yang berakal yang pernah mempelajari biografi Imam Syekh Muhammad bin Abdul Wahab dan pengikutnya akan mengetahui dengan jelas bahwa beliau dan para pengikutnya tidak seperti yang mereka duga, karena Syekh rahimahullah telah menetapkan dalam karyanya khususnya Kitab at-Tauhid dan menyingkap ketidakjelasan terkait syafaat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada umatnya pada hari kiamat. 

Dari sini jelas bahwa Syeikh rahmatullah `alaihi dan pengikutnya tidak mengingkari syafaat Nabi `alaihi ash-shalatu wa as-salam dan para nabi yang lain, para malaikat dan orang-orang mukmin tetapi beliau menetapkan sebagaimana yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Demikian juga ulama salaf salih yang berpedoman dengan al-Quran dan as-Sunnah. 

Dengan ini jelaslah sudah bahwa dugaan bahwa Syekh dan pengikutnya mengingkari syafaat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah kebatilan yang paling buruk, dan termasuk menghalangi jalan Allah dan berdusta kepada orang-orang yang menyeru ke jalan-Nya. Yang ditolak Syekh rahimahullah dan pengikutnya adalah meminta syafaat kepada orang yang sudah meninggal dan semisalnya. Syafaat akan diperoleh setelah orang yang memberi syafaat tersebut memperoleh izin dari Allah dan keridaan-Nya terhadap orang yang akan mendapatkan syafaat, seperti dijelaskan dalam firman-Nya,  Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. 

dan (Allah) Subhanahu berfirman  "Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikitpun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridai(Nya)." 

Dan Allah Subhanahu berfirman terkait malaikat  "Dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya." 

Dan Allah Subhanahu tidak meridai kecuali tauhid, sedangkan orang-orang musyrik tidak mendapatkan syafaat sebagaimana firman Allah Subhanahu  "Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberikan syafaat." 

dan (Allah) `Azza wa Jalla berfirman  "Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya." 

Kita memohon kepada Allah, semoga Dia memberikan taufik terhadap yang Dia ridai kepada kita dan Anda semua, dan memberi kesehatan dan keselamatan dari hal yang membuat murka. Semoga Allah memberi taufik. 

Sumber: 

http://www.alifta.net/Fatawa/fatawaDetails.aspx?languagename=id&BookID=4&View=Page&PageNo=1&PageID=67
Jilid 1, hal 374-6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca artikel kami. Besar harapan kami untuk bisa membaca komentar para pengunjung. Dan berkomentar lah dengan nama (jangan anonim), dan jika berkenan isikan email/website anda supaya saya bisa mengunjungi balik anda semua. terima kasih.

Pembelaan

Download Audio dan Video Menyingkap Hakikat Wahabi oleh Ustad Dzulqarnain Muhammad Sunusi

Kajian Ilmiah MENYINGKAP HAKIKAT WAHABI PEMATERI: Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi [Pengasuh Pesantren As-Sunnah Makassar] WAKTU:...