Senin, 07 Mei 2012

02-Fadhlul Islam - Keutamaan Islam bagian 2: Bab Kewajiban Memeluk Islam

BAB WAJIB MASUK KE DALAM ISLAM

Dan firman Allah ta’ala: “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS.AliImron:85)

Dan firman Allah ta’ala: “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” ( QS. AliImron: 19)

Dan firman Allah ta’ala: “Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya.” (QS.Al-An’am:153)

Mujahid berkata, “As-Subul (jalan-jalan) maksudnya adalah bid’ah-bid’ah dan syubhat-syubhat.”

Dan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami, yang tidak berasal darinya, maka dia tertolak.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhori dan Muslim)

Dan dalam satu riwayat (yang lain): “Barangsiapa yang beramal satu amalan, yang tidak ada padanya perintah kami, maka ia tertolak.”

Dan Al-Imam Al-Bukhori meriwayatkan dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rosulullah shallallahu‘alaihi wa sallam berkata, “Setiap umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan (tidak mau).” Mereka bertanya, “Wahai Rosulullah, siapakah yang enggan?” Beliau menjawab, “Barangsiapa yang mentaatiku akan masuk surga, dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka dia telah enggan.”

Dan dalam Ash-Shohih dari Ibnu ‘Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Orang yang paling dibenci Allah ada tiga: orang yang melanggar kehormatan tanah harom, orang yang mengharapkan (untuk melanggengkan, menyebarkan atau menerapkan) sunnah jahiliyah dalam Islam, dan orang yang bersungguh-sungguh menuntut darah seorang tanpa cara yang haq untuk menumpahkan darahnya.” (Hadits ini diriwayatkan olehAl-Bukhori.)

Ibnu Taimiyyah berkata, “Sabda Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘Sunnah Jahiliyyah’, masuk padanya semua perbuatan jahiliyyah mutlak dan muqoyyad (terbatas)”, maksudnya: jahiliyyah yang ada pada seseorang yang tidak ada pada orang lain, baik jahiliyyah karena mengikuti ahlul kitab atau penyembah berhala, atau yang lainnya dari setiap perbuatan yang menyelisihi ajaran yang dibawa para rosul.

Dan dalam Ash-Shohih dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: “Wahai para qurro’, istiqomahlah, sehingga kalian telah jauh mendahului. Maka jika kalian mengambil jalan ke kanan dan ke kiri, sungguh kalian telah jauh tersesat.”

Dari Muhammad bin Wadhoh : bahwa dia masuk ke sebuah masjid, dan berhenti di kumpulan orang-orang, kemudian dia berkata: lalu dia menyebutkannya.

Dan dia berkata, telah menyampaikan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah dari Mujahid dari Asy-Sya’bi dari Masruq, dia berkata, ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu
'anhu berkata, “Tiada satu tahun kecuali tahun yang sesudahnya lebih jelek darinya. Aku tidak mengatakan satu tahun lebih banyak turun hujan dari yang lain, dan satu tahun lebih subur dari yang lain, dan bukan seorang penguasa lebih baik dari penguasa yang lain, akan tetapi perginya ulama kalian dan orang-orang terbaik kalian, kemudian muncul kaum-kaum yang menganalogikan perkara-perkara dengan ro’yu-ro’yu mereka (akal-akal mereka), sehingga Islam hancur dan rusak.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca artikel kami. Besar harapan kami untuk bisa membaca komentar para pengunjung. Dan berkomentar lah dengan nama (jangan anonim), dan jika berkenan isikan email/website anda supaya saya bisa mengunjungi balik anda semua. terima kasih.

Pembelaan

Download Audio dan Video Menyingkap Hakikat Wahabi oleh Ustad Dzulqarnain Muhammad Sunusi

Kajian Ilmiah MENYINGKAP HAKIKAT WAHABI PEMATERI: Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi [Pengasuh Pesantren As-Sunnah Makassar] WAKTU:...